Jumat, 16 Mei 2014

ELANG BERHATI AYAM


Seorang Indian Amerika menceritakan tentang seorang pemberani yang menemukan sebutir telur burung elang dan lalu menaruhnya di sarang ayam. Anak burung elang yang dierami tumbuh dewasa bersama anak-anak ayam.
Seumur hidupnya, si elang berpikir bahwa ia adalah seekor ayam, dan ia melakukan segala hal yang dilakukan oleh ayam-ayam. Menggaruk-garuk sampah atau tanah untuk mencari bulir-bulir beras dan serangga untuk dimakan. Berkokok. Mengepak-ngepakkan sayapnya seperti ayam dan mencoba terbang namun tak pernah lebih tinggi dari setengah kaki dari tanah (dan hanya seperti itulah layaknya seekor ayam ketika terbang).
Tahun-tahun berlalu. Sang elang pun kini tumbuh tua. Suatu hari, ia melihat seekor burung yang sangat mengagumkan jauh di langit berawan. Terbang dengan keagungan dan gemulai dalam hembusan arus angin yang kuat, membumbung tinggi di angkasa dengan kepakan sayapnya yang kuat dan keemasan.
“Burung yang sangat indah!” ujar si elang kepada tetangganya. “Burung apa itu?”
“Itu adalah seekor elang - pemimpin para burung-burung,” celetuk tetangganya. “Tapi jangan pernah engkau memikirkannya. Kamu takkan pernah bisa menjadi seperti dirinya.”
Maka si elang itu pun tak pernah mencoba memikirkannya kembali dan ia pun mati dengan berpikir bahwa ia adalah seekor ayam.

Kata kunci : jati diri

Ulasan singkat : lingkungan memiliki pengaruh yang kuat dalam membentuk jati diri kita. Karena kondisi di sekitar kita cenderung mengarahkan kehidupan seseorang untuk memiliki pola yang sama dengan lingkungan di mana ia dibesarkan.
Di dalam Kristus kita di bawa oleh Tuhan kepada jati diri kita yang sebenarnya, yaitu bahwa kita adalah ciptaan terbaik dari Allah sang pencipta alam semesta ini. Firman Tuhan berkata dalam KISAH PARA RASUL  17:29 “Karena kita berasal dari keturunan Allah, kita tidak boleh berpikir, bahwa keadaan ilahi sama seperti emas atau perak atau batu, ciptaan kesenian dan keahlian manusia. “


Seorang pemenang berkata : aku pernah gagal 17 kali, tapi seorang pecundang berkata : aku tidak pernah berhasil

Tidak ada komentar:

Posting Komentar