Seorang Indian Amerika menceritakan tentang seorang
pemberani yang menemukan sebutir telur burung elang dan lalu menaruhnya di
sarang ayam. Anak burung elang yang dierami tumbuh dewasa bersama anak-anak
ayam.
Seumur hidupnya, si elang berpikir bahwa ia adalah
seekor ayam, dan ia melakukan segala hal yang dilakukan oleh ayam-ayam.
Menggaruk-garuk sampah atau tanah untuk mencari bulir-bulir beras dan serangga
untuk dimakan. Berkokok. Mengepak-ngepakkan sayapnya seperti ayam dan mencoba
terbang namun tak pernah lebih tinggi dari setengah kaki dari tanah (dan hanya
seperti itulah layaknya seekor ayam ketika terbang).
Tahun-tahun berlalu. Sang elang pun kini tumbuh tua.
Suatu hari, ia melihat seekor burung yang sangat mengagumkan jauh di langit
berawan. Terbang dengan keagungan dan gemulai dalam hembusan arus angin yang
kuat, membumbung tinggi di angkasa dengan kepakan sayapnya yang kuat dan
keemasan.
“Burung
yang sangat indah!” ujar si elang kepada tetangganya. “Burung apa itu?”
“Itu
adalah seekor elang - pemimpin para burung-burung,” celetuk tetangganya. “Tapi
jangan pernah engkau memikirkannya. Kamu takkan pernah bisa menjadi seperti
dirinya.”
Maka
si elang itu pun tak pernah mencoba memikirkannya kembali dan ia pun mati
dengan berpikir bahwa ia adalah seekor ayam.
Kata kunci : jati diri
Ulasan singkat : lingkungan memiliki pengaruh yang
kuat dalam membentuk jati diri kita. Karena kondisi di sekitar kita cenderung
mengarahkan kehidupan seseorang untuk memiliki pola yang sama dengan lingkungan
di mana ia dibesarkan.
Di
dalam Kristus kita di bawa oleh Tuhan kepada jati diri kita yang sebenarnya,
yaitu bahwa kita adalah ciptaan terbaik dari Allah sang pencipta alam semesta
ini. Firman Tuhan berkata dalam KISAH
PARA RASUL 17:29 “Karena kita berasal dari keturunan Allah,
kita tidak boleh berpikir, bahwa keadaan ilahi sama seperti emas atau perak
atau batu, ciptaan kesenian dan keahlian manusia. “
Seorang
pemenang berkata : aku pernah gagal 17 kali, tapi seorang pecundang berkata :
aku tidak pernah berhasil
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar