Minggu, 18 Mei 2014

TERIMA KASIH ATAS KESUSAHAN


Seorang nenek membawa cucunya ke pantai. Mereka bersenang-senang di situ ketika suatu ombak besar datang menyeret anak kecil itu ke tengah laut. Nenek itu berlutut dan berdoa, “ya Tuhan mohon kembalikan cucuku… itu saja permohonanku! Mohon!!!”

Tak lama kemudian, ajaib, suatu gelombang datang dari laut mendamparkan anak kecil itu ke pantai, basah, tetapi tak mengalami cedera apapun. Namun nenek itu tetap menengadah ke langit sambil marah berkata, “Ketika kami datang ia memakai topi!”

Kita mengharapkan nenek itu bersyukur untuk hal luar biasa yang terjadi. Kita diajar untuk menunjukkan rasa syukur kita untuk segala kebaikan yang kita terima. Tetapi, dapatkah kita bersyukur bila sesuatu berjalan tidak menurut keinginan kita?

Kata kunci : bersyukur

Ulasan singkat : kegagalan kita bersyukur adalah karena kita telah menetapkan sebelumnya jawaban Tuhan agar sesuai dengan kehendak kita. Padahal ucapan syukur harus disertai dengan pengakuan bahwa apa yang Tuhan perbuat adalah pilihan yang terbaik bagi kita, sekalipun itu mungkin tidak sesuai dengan harapan kita, seperti diingatkan oleh Firman Tuhan dalam II KORINTUS 12:9-10 “ Tetapi jawab Tuhan kepadaku: "Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna." Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku. Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat. “



Untuk meraih sukses, kita perlu motivasi kuat!  Namun untuk bahagia, kita bisa menikmatinya justru saat beristirahat dan bersyukur 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar