Seorang nenek membawa cucunya ke pantai. Mereka
bersenang-senang di situ ketika suatu ombak besar datang menyeret anak kecil
itu ke tengah laut. Nenek itu berlutut dan berdoa, “ya Tuhan mohon kembalikan
cucuku… itu saja permohonanku! Mohon!!!”
Tak lama kemudian, ajaib, suatu gelombang datang
dari laut mendamparkan anak kecil itu ke pantai, basah, tetapi tak mengalami
cedera apapun. Namun nenek itu tetap menengadah ke langit sambil marah berkata,
“Ketika kami datang ia memakai topi!”
Kita mengharapkan nenek itu bersyukur untuk hal luar
biasa yang terjadi. Kita diajar untuk menunjukkan rasa syukur kita untuk segala
kebaikan yang kita terima. Tetapi, dapatkah kita bersyukur bila sesuatu
berjalan tidak menurut keinginan kita?
Kata kunci : bersyukur
Ulasan
singkat : kegagalan kita bersyukur adalah karena kita telah menetapkan
sebelumnya jawaban Tuhan agar sesuai dengan kehendak kita. Padahal ucapan
syukur harus disertai dengan pengakuan bahwa apa yang Tuhan perbuat adalah
pilihan yang terbaik bagi kita, sekalipun itu mungkin tidak sesuai dengan
harapan kita, seperti diingatkan oleh Firman Tuhan dalam II KORINTUS 12:9-10 “ Tetapi
jawab Tuhan kepadaku: "Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru
dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna." Sebab itu terlebih suka aku
bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku. Karena itu
aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran,
di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah,
maka aku kuat. “
Untuk
meraih sukses, kita perlu motivasi kuat!
Namun untuk bahagia, kita bisa menikmatinya justru saat beristirahat dan
bersyukur
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar