Minggu, 18 Mei 2014

SEBERAPA LAMA AKAR ITU TERTANAM ?


Pada suatu hari seorang tua yang bijaksana berjalan melalui hutan bersama seorang muda yang terkenal tidak bertanggung jawab dan kepala batu. Orang tua itu menghentikan langkahnya, lalu menunjuk sebuah pohon yang masih kecil.
“Cabutlah pohon itu,” katanya. Segera pemuda itu membungkuk, dan hanya dengan dua jari saja ia dengan mudah dapat mencabut pohon itu.

Setelah berjalan lebih jauh lagi, orang tua itu berhenti di depan sebuah pohon yang agak besar. “Coba cabut pohon ini,” katanya. Sekali lagi pemuda itu menuruti perintahnya, namun kali ini dia menggunakan kedua tangannya dan dengan sekuat tenaga mencabut akar pohon itu.

Akhirnya, mereka berhenti lagi di depan sebuah pohon yang sangat besar. “Sekarang, cabutlah pohon ini!” perintahnya lagi.

“Wah, itu tidak mungkin!” protes pemuda itu.

“Aku tidak dapat mencabut pohon sebesar ini. Untuk memindahkannya diperlukan sebuah buldoser.”

“Engkau benar sekali,” Jawab orang tua itu.

“Kebiasaan, entah baik ataupun buruk, sama seperti pohon-pohon itu. Kebiasaan yang belum berakar dalam seperti pohon yang masih sangat kecil, dapat dicabut dengan sangat mudah. Kebiasaan yang akarnya mulai mendalam seperti pohon yang sudah agak besar; untuk mencabutnya diperlukan usaha dan tenaga yang kuat. Kebiasaan yang sudah sangat lama telah berakar sangat dalam, sehingga orang itu sendiri tidak bisa lagi mencabutnya. Jagalah dirimu agar kebiasaan yang sedang engkau tanamkan adalah kebiasaan-kebiasaan baik.”

Kata kunci : mengubah kebiasaan

Ulasan singkat : kebiasaan menanamkan sebuah pola prilaku yang sama dan berulang dalam jiwa seseorang sehingga pikiran dan tindakannya bereaksi yang sama terhadap suatu stimulus yang sama. sehingga ketika seseorang mengikuti suatu kebiasaan yang salah maka dalam beberapa saat ia akan beradaptasi dalam kebiasaan yang baru dan menggeser kebiasaannya yang lama, hal ini ditegaskan pula dalam I KORINTUS  15:33 “Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik.”

Dosa memberikan kenikmatan besar, tetapi tidak akan pernah ada sukacita di dalamnya
Sproul


Tidak ada komentar:

Posting Komentar