Minggu, 18 Mei 2014

SELALU ADA HARAPAN


Suatu hari seorang ayah menyuruh anak-anaknya ke hutan melihat sebuah pohon pir di waktu yang berbeda.

Anak pertama disuruhnya pergi pada musim DINGIN,

anak ke 2 pada musim SEMI,

anak ke 3 pada musim PANAS,

dan yang ke 4 pada musim GUGUR.

Masing-masing kemudian melaporkan apa yang dilihat kepada ayah mereka :
Anak 1: pohon pir itu tampak sangat jelek dan batangnya bengkok.

Anak 2: pohon itu dipenuhi kuncup-kuncup hijau yang menjanjikan.

Anak 3: pohon itu dipenuhi dengan bunga-bunga yg menebarkan bau yang harum.

Anak 4: ia tidak setuju dengan saudaranya, ia berkata bahwa pohon itu penuh dengan buah yang matang dan ranum.

Kemudian sang ayah berkata bahwa, “kalian semua benar, hanya saja kalian melihat di waktu yang berbeda”.

Ayahnya berpesan: “Mulai sekarang jangan pernah menilai kehidupan hanya berdasarkan satu masa yang sulit.”

“Ketika kamu sedang mengalami masa-masa  sulit, segalanya terlihat tidak menjanjikan, banyak kegagalan dan kekecewaan, jangan cepat menyalahkan diri dan orang lain bahkan berkata bahwa  kamu tidak mampu, bodoh dan bernasib sial…”

Jika kamu tidak bersabar ketika berada di musim dingin, maka kamu akan kehilangan musim semi dan musim panas yang menjanjikan harapan, dan kamu tidak akan menuai hasil di musim gugur.

Kata kunci : harapan

Ulasan singkat : tidak ada yang abadi di muka bumi ini, semua akan berlalu. Demikian juga halnya dengan kesenangan dan kesedihan. Semua yang diijinkan Tuhan terjadi adalah untuk kebaikan kita.
Biarlah mata kita tetap tertuju kepada Tuhan, agar ketika kita sedang menghadapi kemalangan kita tetap bisa bersyukur dan percaya semua akan segera berlalu, atau ketika kita menghadapi kesenangan kita tetap bergantung kepada Tuhan karena kesenangan itu pun hanya sementara sifatnya. Firman Tuhan mengingatkan dalam YESAYA  45:7  “yang menjadikan terang dan menciptakan gelap, yang menjadikan nasib mujur dan menciptakan nasib malang; Akulah TUHAN yang membuat semuanya ini. “

Apapun tugas hidup anda, lakukan dengan baik. Seseorang semestinya melakukan pekerjaannya sedemikian baik sehingga mereka yang masih hidup, yang sudah mati, yang belum lahir tidak mampu melakukannya lebih baik lagi.

Martin Luther King

Tidak ada komentar:

Posting Komentar