Ada seorang tua yang sangat beruntung.
Dia
menemukan sebutir mutiara yang besar dan sangat indah, namun kebahagiaannya
segera berganti menjadi kekecewaan begitu dia mengetahui ada sebuah titik noda
hitam kecil di atas mutiara tersebut.
Hatinya terus bergumam, seandainya tidak ada titik
noda hitam, Mutiara ini akan menjadi yang tercantik dan paling sempurna di dunia!!
Semakin dia pikirkan semakin kecewa hatinya.
Akhirnya, dia memutuskan untuk menghilangkan titik noda dengan menguliti
lapisan permukaan mutiara.
Tetapi setelah dia menguliti lapisan pertama, noda
tersebut masih ada.
Dia pun segera menguliti lapisan kedua dengan
keyakinan titik noda itu akan hilang.
Tapi
kenyataannya noda itu masih tetap ada. Lalu dengan tidak sabar, dia mengkuliti
selapis demi selapis, sampai lapisan terakhir. Benar juga noda telah hilang,
tapi mutiara itu ikut hilang!!
Begitulah dengan kehidupan nyata, kita selalu suka
mempermasalahkan hal yang kecil, yang tidak penting sehingga akhirnya merusak
nilai yang besar...
Kata kunci : kesempurnaan
Ulasan singkat : Dalam hidup ini kita harus belajar
menerima kenyataan bahwa tidak ada yang sempurna. Seringkali kita menuntut
orang lain untuk tidak berbuat kesalahan sementara kita sendiri memiliki banyak
kekurangan.
Hargailah
keterbatasan orang lain maka hubungan apapun yang kita bangun akan berjalan
dengan indah. Firman Tuhan menasehatkan agar kita tidak focus dalam membesarkan
hal-hal kecil yang bisa kita tolelir, seperti dinyatakan dalam TITUS
3:9. “Tetapi hindarilah
persoalan yang dicari-cari dan yang bodoh, persoalan silsilah, percekcokan dan
pertengkaran mengenai hukum Taurat, karena semua itu tidak berguna dan sia-sia
belaka. “
Kaca,
porselen, dan nama baik, adalah sesuatu yang gampang sekali pecah, dan tak akan
dapat direkatkan kembali tanpa bekas yang nampak
Benjamin Franklin
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar