Selasa, 13 Mei 2014

FIRMAN TUHAN DAN MAKANAN YANG MENGUATKAN


Seorang pendeta yang baru selesai menyampaikan firman Tuhan yang cukup panjang dihampiri oleh seorang pemuda :
“pak pendeta, menurut saya sia-sia saja Bapak berkotbah panjang lebar. Walaupun bagus dan menarik tapi tak lama akan dilupakan orang juga.”
Pendeta itu tersenyum dan menjawab,”Saya juga sudah lupa menu masakan istri saya dua minggu lalu. Tapi saya sangat dikuatkan saat memakannya. Begitu pula dengan firman Tuhan, walaupun kelak dilupakan tapi memberi kesegaran setiap kali kita mendengarnya.”
Pemuda itu kagum dengan jawaban pendeta yang bijaksana itu.

Kata kunci : Firman Tuhan menguatkan
            
            Ulasan singkat : Firman Tuhan adalah roti atau makanan bagi jiwa kita. Kapasitas memori kita di otak memiliki keterbatasan menyimpan ingatan, namun firman Tuhan Tuhan yang kita baca dan dengar tidak disimpan dalam otak yang terbatas itu melainkan dalam roh kita yang tak terbatas. Hal ini ditegaskan dalam II KORINTUS  3:3 “Karena telah ternyata, bahwa kamu adalah surat Kristus, yang ditulis oleh pelayanan kami, ditulis bukan dengan tinta, tetapi dengan Roh dari Allah yang hidup, bukan pada loh-loh batu, melainkan pada loh-loh daging, yaitu di dalam hati manusia.”

Alkitab memberikan kepada kita suatu pengharapan yang dapat terjangkau oleh yang paling lemah dan hina, namun juga begitu tinggi sehingga yang paling baik dan luhurpun masih harus menengadahkan wajahnya ke atas

Jenning Bryan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar