Seorang
pendeta yang baru selesai menyampaikan firman Tuhan yang cukup panjang
dihampiri oleh seorang pemuda :
“pak
pendeta, menurut saya sia-sia saja Bapak berkotbah panjang lebar. Walaupun
bagus dan menarik tapi tak lama akan dilupakan orang juga.”
Pendeta
itu tersenyum dan menjawab,”Saya juga sudah lupa menu masakan istri saya dua
minggu lalu. Tapi saya sangat dikuatkan saat memakannya. Begitu pula dengan
firman Tuhan, walaupun kelak dilupakan tapi memberi kesegaran setiap kali kita
mendengarnya.”
Pemuda
itu kagum dengan jawaban pendeta yang bijaksana itu.
Kata
kunci : Firman Tuhan menguatkan
Ulasan singkat :
Firman Tuhan adalah roti atau makanan bagi jiwa kita. Kapasitas memori kita di
otak memiliki keterbatasan menyimpan ingatan, namun firman Tuhan Tuhan yang
kita baca dan dengar tidak disimpan dalam otak yang terbatas itu melainkan
dalam roh kita yang tak terbatas. Hal ini ditegaskan dalam II KORINTUS 3:3 “Karena telah ternyata, bahwa kamu
adalah surat Kristus, yang ditulis oleh pelayanan kami, ditulis bukan dengan
tinta, tetapi dengan Roh dari Allah yang hidup, bukan pada loh-loh batu,
melainkan pada loh-loh daging, yaitu di dalam hati manusia.”
Alkitab memberikan kepada kita
suatu pengharapan yang dapat terjangkau oleh yang paling lemah dan hina, namun
juga begitu tinggi sehingga yang paling baik dan luhurpun masih harus
menengadahkan wajahnya ke atas
Jenning
Bryan
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar