Selasa, 13 Mei 2014

HADIAH SANG ANAK PEREMPUAN KEPADA AYAHNYA


Di sebuah desa tinggallah seorang pria tua dengan anak perempuan yang dikasihinya. Orang tua itu sangat menyayangi putrinya dan setiap sore, setelah anaknya pulang dari sekolah mereka selalu duduk bersama di beranda rumah untuk bercengkrama.
Suatu hari, sepulang dari sekolah anak perempuan itu tidak menemani ayahnya di beranda rumah seperti biasanya, melainkan langsung masuk ke kamar setelah berbasa-basi sekedarnya dengan ayahnya.
Dan hal itu berlangsung selama beberapa hari, hingga agak mengejutkan ayahnya. Namun orang tua itu sengaja mendiamkannya dan hanya bertanya-tanya dalam hatinya.
Suatu sore anak perempuan itu menemui ayahnya di beranda rumah. Suatu kebiasaan yang selama beberapa hari belakangan ini telah hilang.
“ayah”, sapa anak perempuan itu. Ayahnya berpaling dan menatap wajah anaknya dengan senyum.
“lihatlah, apa yang kubuat ini”, kata anak perempuan itu kemudian. Diperlihatkannya kepada ayahnya sepasang kaus kaki rajutan, buatannya sendiri.
“wow, indah sekali”, puji ayahnya
“ini hadiah ulang tahun untuk ayah !kata anak perempuan itu kemudian. “ selama beberapa hari ini aku bekerja keras untuk membuat hadiah spesial ini buat ayah. Semoga ayah suka menerimanya”
“oh itu rupanya penjelasan mengapa kamu tidak pernah lagi menemani ayah di beranda tiap sore” kata sang ayah memahami.
Kemudian direngkuhnya bahu anak yang dikasihinya itu dan menariknya dalam pelukannya. “anakku, bagi ayah, hadiah terindah darimu adalah saat-saat kita selalu bersama, baik dalam suka maupun duka”.

Kata kunci : selalu bersama

            Ulasan singkat : Kerinduan Allah atas umatNya yang terdalam adalah memulihkan kembali persekutuan Bapa dengan anak yang telah dirusak oleh dosa. Allah memiliki ribuan janji-janji yang indah, yang Ia ingin dimiliki oleh anak-anakNya yang suka bersekutu denganNya. Allah mencari umat ciptaanNya yang mau menerima Dia dalam kehidupannya, seperti kata firman YOHANES 1:10-12  “Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya. Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya “

Iman yang kecilpun akan membawa jiwamu ke sorga; tetapi iman yang besar akan membawa sorga ke dalam jiwamu.

Charles H. Spurgeon

Tidak ada komentar:

Posting Komentar