Dalam
perjalanannya mencari benua baru, sebuah perahu ekspedisi terdampar di sebuah
pulau terpencil yang dulu konon dihuni oleh masyarakat kanibal (pemakan
manusia).
Masyarakat
suku terpencil itu menyambut awak kapal yang terdampar itu dengan ramah dan
menjamu mereka dengan jamuan makan malam yang meriah.
Mereka
memasak daging sapi yang lezat dalam sebuah kuali yang besar sebagai hidangan
utama.
Sebelum
makan, kepala suku terpencil itu mengambil Alkitab dan hendak menyampaikan
firman Tuhan kepada semua yang hadir, namun tiba-tiba nahkoda kapal ekspedisi
itu mencegahnya dan berkata.
“kepala
suku, di tempat kami buku yang kamu pegang itu telah menjadi barang yang usang dan
ketinggalan jaman. Bahkan sudah lama kami tidak pernah membaca buku kuno itu
lagi, jadi tidak usah buang waktu, kita nikmati saja daging yang lezat dalam
kualimu itu”.
Dengan
pandangan marah sang kepala suku itu menjawab mereka :”dengarlah kalian semua,
kalau bukan karena Yesus yang diceritakan dalam buku kuno ini, kami akan tetap
menjadi bangsa kanibal dan kalianlah yang sejak tadi kami masak dalam kuali
besar itu”.
Nahkoda
itu tersedak mendengarnya dan dengan malu mempersilakan kepala suku itu
melanjutkan pemberitaan Firman Tuhan.
Kata
kunci : Injil mengubahkan
Ulasan
singkat : setiap orang yang mengalami perjumpaan pribadi dengan Kristus akan
mengalami transformasi rohani secara total menjadi ciptaan yang baru, dimana
kehidupannya setelah bertobat mencerminkan teladan Kristus sendiri sebagaimana
Firman Tuhan berjanji dalam II KORINTUS
5:17 “ jadi siapa yang ada di dalam
Kristus, ia adalah ciptaan yang baru; yang lama sudah berlalu, sesunggunya yang
baru sudah datang.”
Ia
menjadi sama seperti kita, sehingga Ia bias menjadikan kita sama seperti
diriNya
Santo Athanasius
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar