Alkisah
ada dua orang pendeta yang baru turun dari pertapaan mereka dan hendak pergi ke
sebuah kampung terdekat. Dalam perjalanan itu mereka berjumpa dengan seorang
wanita yang amat tua di pinggir sebuah sungai yang tengah banjir, sehingga sang
wanita tua itu tak dapat melaluinya.
Dengan
belas kasihan satu dari kedua pendeta itu menawarkan bantuannya untuk
menggendong wanita itu menyeberangi sungai yang tengah banjir.
Sesampainya
di seberang, wanita tua itu bersujud kepada sang pendeta menyatakan rasa terima
kasihnya. Dan segera sesudahnya, kedua pendeta berlalu dari tempat itu untuk
melanjutkan perjalanan. Setelah berjalan agak lama, rupanya tindakan sang
pendeta terhadap wanita tua itu menimbulkan kegusaran dalam hati teman sang
pendeta yang dari tadi hanya berdiam diri.
“
mengapa engkau menolong wanita itu, bahkan tanpa malu-malu engkau
menggendongnya, bukankah dalam ajaran kita dilarang bersentuhan dengan wanita “
kata teman sang pendeta menggerutu.
Jawab
sang pendeta yang murah hati itu,“ aku sudah menurunkan wanita itu lebih 2
kilometer di belakang kita, namun sampai saat ini kamu masih menggendongnya “.
Kata
kunci : menggendong
Ulasan
singkat : ketika Tuhan Yesus berada di tengah-tengah orang berdosa untuk
menyembuhkan penyakit dan mengabarkan tentang jalan keselamatan, banyak
pemimpin agama dan orang-orang Farisi yang kesal karena menganggap bahwa
seorang “pemimpin rohani” seperti Yesus tidak seharusnya berada di tempat
semacam itu. Dan tindakan orang-orang Farisi yang enggan bersentuhan dengan
masyarakat yang berdosa adalah tindakan yang baik dalam menjalankan syariat
agama mereka. Namun dalam semua itu Tuhan menjawab mereka : “jadi pergilah dan pelajarilah arti Firman
ini : yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, karena Aku
datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa” (MATIUS 9:13).
Saya
percaya, tidak ada sesuatu pun di dunia ini yang bisa lebih efektif membantu
seseorang untuk bertahan hidup, bahkan dalam kondisi terburuk sekalipun, selain
kesadaran bahwa hidupnya memiliki makna.
Victor
Frankl
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar