Suatu
ketika seorang pendeta tengah berjalan menyusuri pantai. Ia melihat aktifitas
para nelayan yang tengah memindahkan ikan hasil tangkapan mereka dari perahu ke
keranjang-keranjang untuk dijual. Tiba-tiba pandangannya tertuju pada seorang
nelayan yang tengah duduk santai di bawah pohon kelapa sambil menikmati nasi
bungkus bawaannya dari rumah, dan tampak sedikit ikat hasil tangkapannya hari
itu tergolek di sampingnya.
Penasaran dengan apa yang dilihatnya itu maka
sang pendeta bertanya : “ hai nelayan, mengapa baru setengah hari bekerja
engkau sudah duduk bersantai ? Tidakkah engkau seharusnya masih melanjutkan
pekerjaan menangkap ikan”.
“iya
lalu” sahut sang nelayan seenaknya
“supaya
ikan yang kamu hasilkan cukup banyak untuk menambah penghasilanmu hari ini,
dengan penghasilan yang berlebih itu kelak kamu dapat meningkatkan armada
kapalmu untuk memperoleh hasil tangkapan yang jauh lebih besar”
“lalu”
“dengan
penghasilan ikan yang besar, engkau dapat membeli rumah yang bagus, makan
makanan yang enak”
“lalu”
“dengan
semua kemewahan itu maka tiap hari engkau bisa duduk-duduk santai di bawah pohon
depan rumahmu sambil menikmati makananmu”
“lalu,
menurut anda aku sekarang ini sedang apa?
Kata
kunci : menikmati
Ulasan
singkat : yang seringkali membuat seseorang tidak berbahagia dan tidak dapat
menikmati hidup ini bukan karena ia kurang kaya atau tidak berkecukupan
melainkan karena ia gagal untuk mengucap syukur dalam segala hal.
Mereka
tidak bersyukur dengan apa yang telah dimiliki, dan menyesali apa yang tidak
dapat dicapai. Ucapan syukur perlu dinaikkan juga untuk setiap hal yang paling
biasa dalam kehidupan kita, sebagaimana dinyatakan dalam I TESALONIKA 5:18 “mengucap
syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam
Kristus Yesus bagi kamu “
Anda
tidak pernah mencapai kesuksesan sesungguhnya sampai Anda menyukai apa yang
sedang Anda kerjakan.
Dale
Carnegie

Tidak ada komentar:
Posting Komentar