Setelah
mendengar kotbah tentang persembahan di bait Allah, tiga orang yakni janda
miskin, Petrus, dan orang Farisi bertekad untuk mempraktekkan perintah Tuhan
itu.
Mulailah
si janda miskin, ia mempersembahkan seluruh uangnya yaitu dua keping uang
perak. Dan Tuhan menerima persembahan itu
dengan senang hati. Lalu muncullah Petrus, mempersembahkan seluruh uang yang ia
dapati dari mulut ikat saat memancing, dan Tuhan menerima persembahan itu dengan senang hati
Sekarang
giliran orang Farisi yang mendatangi meja persembahan dengan angkuh. Diambilnya sebuah nampan dan
ditaruhnya seluruh uangnya yang banyak itu di atasnya, lalu katanya :
“aku
bawa seluruh uangku di atas nampan ini, dan aku akan melemparkan uang-uang ini
ke atas. Tuhan boleh ambil berapa saja yang Tuhan mau, sedang uang yang berjatuhan
ke bawah akan tetap menjadi milik saya”
Tuhan
Yesus memandang kepada orang Farisi itu dengan sedih, katanya : “ dimana
hartamu berada, di situ jugalah hatimu berada”.
Kata
kunci : persembahan
Ulasan
singkat : memberikan persembahan adalah kunci berkat sebagaimana janji Tuhan
dalam MALEAKHI 3:10 “Bawalah seluruh persembahan persepuluhan
itu kedalam rumah perbendaharaan. Supaya ada persediaan makanan di rumahKu dan
ujilah Aku, Firman Tuhan semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu
tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan.”
Perpuluhan
juga sebuah bukti penyerahan hidup kita. Apakah kita memilih taat kepada Allah
atau kepada Mamon, yang adalah sebuah gambaran tentang kecintaan pada kekayaan
duniawi. (MATIUS 6:24; LUKAS 16:13)
Orang
yang menjadi berkat bagi kehidupan orang lain tidak akan menyimpan berkat itu
hanya untuk dirinya.
Barrie
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar