Selasa, 13 Mei 2014

PERSEMBAHAN ORANG FARISI


Setelah mendengar kotbah tentang persembahan di bait Allah, tiga orang yakni janda miskin, Petrus, dan orang Farisi bertekad untuk mempraktekkan perintah Tuhan itu.
Mulailah si janda miskin, ia mempersembahkan seluruh uangnya yaitu dua keping uang perak. Dan Tuhan menerima persembahan  itu dengan senang hati. Lalu muncullah Petrus, mempersembahkan seluruh uang yang ia dapati dari mulut ikat saat memancing, dan Tuhan menerima persembahan  itu dengan senang hati
Sekarang giliran orang Farisi yang mendatangi meja persembahan  dengan angkuh. Diambilnya sebuah nampan dan ditaruhnya seluruh uangnya yang banyak itu di atasnya, lalu katanya :
“aku bawa seluruh uangku di atas nampan ini, dan aku akan melemparkan uang-uang ini ke atas. Tuhan boleh ambil berapa saja yang Tuhan mau, sedang uang yang berjatuhan ke bawah akan tetap menjadi milik saya”
Tuhan Yesus memandang kepada orang Farisi itu dengan sedih, katanya : “ dimana hartamu berada, di situ jugalah hatimu berada”.

Kata kunci : persembahan

Ulasan singkat : memberikan persembahan adalah kunci berkat sebagaimana janji Tuhan dalam MALEAKHI 3:10 “Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu kedalam rumah perbendaharaan. Supaya ada persediaan makanan di rumahKu dan ujilah Aku, Firman Tuhan semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan.”
Perpuluhan juga sebuah bukti penyerahan hidup kita. Apakah kita memilih taat kepada Allah atau kepada Mamon, yang adalah sebuah gambaran tentang kecintaan pada kekayaan duniawi. (MATIUS 6:24; LUKAS 16:13)

Orang yang menjadi berkat bagi kehidupan orang lain tidak akan menyimpan berkat itu hanya untuk dirinya.

Barrie

Tidak ada komentar:

Posting Komentar