Selasa, 13 Mei 2014

PERTOBATAN PETRUS DAN HIDUPKU


Dalam Injil Lukas kita mendapati kisah berikut :
Lalu berpalinglah Tuhan memandang Petrus. Lalu teringatlah Petrus bahwa Tuhan telah berkata kepada kepadanya :”sebelum ayam berkokok pada hari ini, engkau telah tiga kali menyangkal Aku.”Lalu ia pergi ke luar dan menangis dengan sedihnya.
Selama ini hubunganku dengan Tuhan tidak terlalu banyak masalah. Namun aku merasa Ia sepertinya untuk menuntutku mengakui kesalahan-kesalahan yang selama ini jarang kubicarakan denganNya dan memang aku sengaja menghindari Dia.
Setelah sekian lama, kukerahkan seluruh keberanianku untuk menatap wajahNya.........
Ia memandangku …. tidak ada tuntutan… tidak ada kecaman. Hanya ini yang aku dengar : “Aku mengasihimu !”
Kucoba untuk menatap kembali kepadaNya dan Ia mengulangi kata-kata yang sama, “ Aku mengasihimu !”
Dan seperti Petrus, akupun menangis dengan sedihnya.

Kata kunci : memandang Yesus

Ulasan singkat : Kadangkala sebagian dari kita membayangkan Tuhan Yesus sebagai manusia yang kejam, otoriter, kaku dan tidak berbelas kasihan, sebagaimana sering kita lihat dalam kepribadian para pemimpin manusia di dunia.
Namun sesungguhnya, Tuhan Yesus itu lembut dan penuh kasih, sehingga tak ada manusia yang terlalu jahat sehingga tidak bisa menghampiri tanganNya yang penuh kasih dan pengampunan. Mengenai hal ini Alkitab sendiri bersaksi dalam I YOHANES 1:9 “Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan”

Firman Tuhan membimbing kita untuk bertobat dan menjadi alat penting bagi pertumbuhan kita.

Sproul

Tidak ada komentar:

Posting Komentar