Dalam
Injil Lukas kita mendapati kisah berikut :
Lalu
berpalinglah Tuhan memandang Petrus. Lalu teringatlah Petrus bahwa Tuhan telah
berkata kepada kepadanya :”sebelum ayam
berkokok pada hari ini, engkau telah tiga kali menyangkal Aku.”Lalu ia
pergi ke luar dan menangis dengan sedihnya.
Selama
ini hubunganku dengan Tuhan tidak terlalu banyak masalah. Namun aku merasa Ia
sepertinya untuk menuntutku mengakui kesalahan-kesalahan yang selama ini jarang
kubicarakan denganNya dan memang aku sengaja menghindari Dia.
Setelah
sekian lama, kukerahkan seluruh keberanianku untuk menatap wajahNya.........
Ia
memandangku …. tidak ada tuntutan… tidak ada kecaman. Hanya ini yang aku dengar
: “Aku mengasihimu !”
Kucoba
untuk menatap kembali kepadaNya dan Ia mengulangi kata-kata yang sama, “ Aku
mengasihimu !”
Dan
seperti Petrus, akupun menangis dengan sedihnya.
Kata
kunci : memandang Yesus
Ulasan
singkat : Kadangkala sebagian dari kita membayangkan Tuhan Yesus sebagai
manusia yang kejam, otoriter, kaku dan tidak berbelas kasihan, sebagaimana
sering kita lihat dalam kepribadian para pemimpin manusia di dunia.
Namun
sesungguhnya, Tuhan Yesus itu lembut dan penuh kasih, sehingga tak ada manusia
yang terlalu jahat sehingga tidak bisa menghampiri tanganNya yang penuh kasih
dan pengampunan. Mengenai hal ini Alkitab sendiri bersaksi dalam I YOHANES 1:9 “Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga
Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan”
Firman
Tuhan membimbing kita untuk bertobat dan menjadi alat penting bagi pertumbuhan
kita.
Sproul
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar