Satu-satunya orang yang selamat dari kecelakaan
sebuah kapal terdampar di pulau yang kecil dan tak berpenghuni. Pria ini segera
berdoa supaya Tuhan menyelamatkannya, dan setiap hari dia berdiri di tepi
pantai dan menatap ke laut mengharapkan pertolongan, tetapi tidak ada
sesuatupun yang datang.
Dengan susah payah, akhirnya dia berhasil membangun
gubuk kecil dari kayu apung untuk melindungi dirinya dari cuaca, dan untuk
menyimpan beberapa barang yang masih dia punyai.
Tetapi suatu hari, setelah dia pergi mencari makan,
dia kembali ke gubuknya dan mendapati gubuk kecil itu terbakar, asapnya
mengepul ke langit. Dan yang paling parah, semua barang-barangnya yang berharga
habis tak bersisa.
Dia sedih dan marah. “Tuhan, teganya Engkau
melakukan ini padaku?” dia menangis. Pagi- pagi keesokan harinya, dia terbangun
oleh suara kapal yang mendekati pulau itu. Kapal itu datang untuk
menyelamatkannya.
“Bagaimana
kamu tahu bahwa aku di sini?” tanya pria itu kepada penyelamatnya.
“Kami
melihat tanda asapmu”, jawab mereka.
Kata kunci : tanda asap
Ulasan singkat : kadang Tuhan memakai hal-hal yang
nampaknya merugikan kita untuk membawa kita kepada sebuah keuntungan yang
besar. Penyakit yang menghentikan kesibukan kita bisa menjadi cara untuk
mencegah kita ancaman bahaya lebih besar di luar rumah.
Karena
itu, untuk dapat menyelami maksud Tuhan maka kita harus mengawali dengan
membangun pikiran positif tentang Tuhan bahkan dalam keadaan yang paling buruk
sekalipun. Hal ini sesuai dengan firman Tuhan dalam YESAYA 29:24 “orang-orang yang sesat pikiran akan
mendapat pengertian, dan orang-orang yang bersungut-sungut akan menerima
pengajaran."
Seorang
yang pesimis, melihat kesulitan dalam setiap kesempatan. Tapi seorang yang
optimis, melihat kesempatan dalam setiap kesulitan
Winston Churchil
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar