Jumat, 16 Mei 2014

EMPAT HAL YANG TIDAK MUNGKIN KEMBALI


Seorang gadis muda menunggu penerbangannya di ruang tunggu sebuah bandara yang super sibuk. Karena harus menunggu berjam-jam, dia memutuskan membeli sebuah buku untuk menghabiskan waktunya. Dia juga membeli sebungkus kue
Dia duduk di kursi bersandaran tangan, di ruang VIP bandara, untuk istirahat dan membaca dengan tenang .Di sisi sandaran tangan di mana kue terletak, seorang laki-laki duduk di kursi sebelah, membuka majalah dan mulai membaca
Ketika ia mengambil kue pertama, laki-laki itu juga turut mengambil. Si gadis merasa gemas tapi tidak berkata apa-apa. Dia hanya berpikir:
“Lancang benar! Sungguh pria yang tak tahu sopan santun!”
Untuk setiap kue yang dia ambil, laki-laki itu turut mengambil satu.
Ini sangatlah membuatnya marah namun si gadis tak ingin sampai timbul kegaduhan di ruang itu
Hingga tinggal satu kue yang tersisa si gadis mulai menatap tajam kea rah pria itu dengan sudut matanya. Wajahnya tampak gemas diliputi kejengkelan yang dalam.
Lalu, laki-laki itu mengambil kue yang tersisa, membaginya dua, lalu memberikan yang separuh padanya.
“Benar-benar keterlaluan! Kamu memang laki-laki rakus dan tak tahu malu ! “seru wanita itu sambil berlalu meninggalkan pria itu yang memandangnya dengan kebingungan.
Si gadis benar-benar marah besar sekarang!
Dalam kemarahannya, dia mengakhiri bukunya, dikemasnya barangnya lalu bergegas ke tempat boarding
Ketika sudah duduk di seat-nya, di dalam pesawat, dengan marah dihempaskannya tas yang dibawanya. Namun sesuatu terjatuh dari tas itu. Sebungkus kuenya masih ada di dalam tas, tak tersentuh, tak terbuka!
Dia merasa sangat malu!! Dia sadar telah keliru
Dia lupa kalau kuenya masih tersimpan di dalam tas.
Bagaimana ia telah kasar memperlakukan Laki-laki yang  telah rela berbagi kue dengannya .
Dan kini tidak ada lagi kesempatan untuk menerangkan kelalaiannya. Kemarahan telah terjadi, kata-kata kasar telah terucap, dan waktu telah berlalu meninggalkan penyesalan yang tak terhapuskan di hati wanita itu.

Kata kunci : prasangka

Ulasan singkat : Banyak hal yang menjadi alasan seseorang untuk melampiaskan kemarahan, karena memang kemarahan tidak pernah terjadi tanpa alasan namun kebanyakan dari alasan yang melatarbelakanginya adalah salah.
Kita harus berhati hati dalam mengungkapkan emosi kita terutama bila yang menyulutnya adalah prasangka dari fakta-fakta yang belum jelas benar kebenarannya. Firman Tuhan mengingatkan dalam EFESUS  4:31 Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan.


Siapa yang memulai dengan kemarahan akan pulang dengan rasa malu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar