Jumat, 16 Mei 2014

JANGAN PERNAH MENYERAH


Suatu hari, seorang bocah berusia 4 tahun, agak tuli dan bodoh di sekolah, pulang ke rumahnya membawa secarik kertas dari gurunya. ibunya membaca kertas tersebut, “Tommy, anak ibu, sangat bodoh. Kami minta ibu untuk mengeluarkannya dari sekolah.” Sang ibu terhenyak membaca surat ini, namun ia segera membuat tekad yang teguh, ' anak saya Tommy, bukan anak bodoh. saya sendiri yang akan mendidik dan mengajar dia.'
Tommy bertumbuh menjadi Thomas Alva Edison, salah satu penemu terbesar di dunia. dia hanya bersekolah sekitar 3 bulan, dan secara fisik agak tuli, namun itu semua ternyata bukan penghalang untuk terus maju.
Thomas Alva Edison menjadi seorang penemu dengan 1.093 paten penemuan atas namanya. Siapa yang berada di belakang prestasi gemilang Thomas Alva Edison ? jawabannya adalah ibunya! Ya, Nancy Edison, ibu dari Thomas Alva Edison, tidak menyerah begitu saja dengan pendapat pihak sekolah terhadap anaknya.
Nancy yang memutuskan untuk menjadi guru pribadi bagi pendidikan Edison dirumah, telah menjadikan puteranya menjadi orang yang percaya bahwa dirinya berarti. Nancy yang memulihkan kepercayaan diri Edison , dan hal itu mungkin sangat berat baginya. namun ia tidak sekalipun membiarkan keterbatasan membuatnya berhenti.

Kata kunci : jangan menyerah

Ulasan singkat : Dunia sering memberikan label atas seseorang yang kemudian diterima oleh orang tersebut sebagai takdir hidupnya. Mereka yang lamban untuk mengerti, dianggap tidak memiliki masa depan yang cemerlang. Mereka yang berasal dari lingkungan yang jahat pasti berakhir sebagai penjahat. Dan seterusnya.
Namun kita perlu memegang perkataan Tuhan mengenai jati diri kita di mata Allah. Bahwa kita berharga, mulia, dasyat, dan memiliki masa depan yang penuh harapan. Firman Tuhan menegaskan hal ini dalam MAZMUR  139:14 “Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya.”

Kita adalah makhluk pilihan; kita mempunyai kemampuan untuk memilih bagaimana cara kita akan bereaksi terhadap keadaan apa saja.

Robert Schuller

Tidak ada komentar:

Posting Komentar