Selasa, 13 Mei 2014

PEMBUNUHAN JULIUS CAESAR


Julius caesar adalah pemimpin Roma yang paling terkenal. Dia dikenal sebagai panglima perang yang tangguh yang disegani oleh musuh bahkan lawan-lawan politik dari bangsanya sendiri.
Ketika Julius pulang dari medan perang, sekelompok anggota senat Roma yang menolaknya, berencana membunuhnya saat Julius hendak memasuki kota Roma untuk merayakan kemenangannya.
Rencana jahat itu didengar oleh seorang pembantu setia Julius yang kemudian hendak bermaksud menyampaikan hal itu kepadanya.
Karena Julius begitu sibuk dengan perayaan kemenangannya, sehingga pembantu itu hanya bisa menuliskan pesan rahasia pada secarik kertas. Julius menerima pesan itu dan segera menyelipkannya di balik bajunya tanpa sempat membaca surat peringatan bahaya .
Ketika Julius Caesar memasuki gedung senat, sekelompok pengkhianat menghujaninya dengan tusukan pisau hingga tewas.
Kalau saja Julius Caesar memiliki kesempatan sedikit saja untuk mendengarkan peringatan dari pembantunya yang setia, peristiwa pembunuhan itu pasti bisa dihindarinya.

Kata kunci : pesan keselamatan

Ulasan singkat : Alkitab adalah sebuah surat peringatan akan adanya bahaya yang kelak akan mengancam setiap orang berdosa yang tidak mau bertobat dan menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Apabila manusia mengabaikan peringatan ini, cepat atau lambat manusia akan binasa dalam kematian yang kekal.
Namun Alkitab juga memberikan jalan keluar kepada keselamatan yang sejati, sebagaimana dinyatakan dalam ROMA 10:9-10 Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.
Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.

Panggilan Allah bukanlah masalah kesempatan, tapi masalah pilihan

Bryan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar