Selasa, 13 Mei 2014

SIMON DAN BAKPAO


Simon adalah seorang Kristen yang tinggal di sebuah kota kecil. Meskipun lahir dari keluarga Kristen namun kehadirannya di gereja untuk beribadah bisa dihitung dengan jari.
Pada suatu minggu pagi, ia pergi ke gereja dengan berjalan kaki. Setibanya di sana , gereja baru dibuka dan belum banyak jemaat yang datang. Simon merasa lapar sehingga ia singgah ke warung agak jauh dari gereja untuk membeli bakpao. Sementara asyik makan ia tidak menyadari bahwa ibadah telah dimulai, maka dengan tergesa-gesa di masukkannya sisa bakpaonya itu di balik bajunya dan ia bergegas masuk ke dalam gereja.
Di gereja, Simon melihat semua kursi telah terisi oleh jemaat, hanya tersisa satu deret bangku kosong di barisan terdepan, tepat di depan mimbar.
Di sanalah akhirnya simon duduk dengan perasaan malu dan kalut.
Saat itu ,pendeta sedang berkotbah tentang panggilan Tuhan Yesus kepada Simon Petrus untuk menggembalakan domba.
Kata pendeta itu : “ Tuhan Yesus bertanya kepada simon, simon apakah engkau mengasihi Aku, ……gembalakanlah domba-dombaku !
“pagi ini”lanjut pendeta itu, “ Tuhan menanyakan hal yang sama kepada kita……Simon apakah engkau sungguh-sungguh mengasihi Aku !”
Mendengar namanya disebut-sebut, Simon yang duduk paling depan makin takut dan gemetaran. “ tentu ini karena aku datang terlambat, sehingga pendeta itu marah kepadaku”, pikirnya.
“Tuhan bertanya : simon apakah yang ada di hatimu !” kata pendeta itu dengan berapi-api.
Simon makin cemas dan ketakutan, keringat dingin membasahi keningnya.
Pendeta itu makin bersemangat. Sambil menunjuk ke arah jemaat, ia berseru :” Simon, sejujurnya, apa yang ada di dalam dadamu !”. simon makin ketakutan. Ia pikir setelah mempermasalahkan ketidakhadirannya selama ini, pendeta itu ingin tahu apa yang ia sembunyikan di balik bajunya.
Mengira bahwa perbuatannya membawa bakpao di balik bajunya telah ketahuan, Simon langsung menjawab : “Bakpao !!”

Kata kunci : di dalam dada

Ulasan singkat : Ada banyak motivasi seseorang mengikut Yesus, ada yang karena alasan keturunan, perkawinan, material, atau benar-benar karena Kerajaan Allah.
Tuhan mengenal setiap isi hati domba-dombanya. Karena itu Ia mencela mereka yang mengikut Dia dengan tidak tulus seperti dalam YOHANES 6:26 Yesus menjawab mereka : “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kamu mencari Aku bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda melainkan karena kamu telah makan roti itu dan kamu kenyang”.

Pelayanan terbesar yang dapat kita berikan kepada Allah adalah memenuhi panggilan rohani kita.

Gresham

Tidak ada komentar:

Posting Komentar