Rabu, 14 Mei 2014

KISAH SEBUAH KESETIAAN


Cerita kesetiaan seekor anjing pada tuannya seringkali menyentuh hati. Di Jepang ada legenda seekor anjing yang setia menemani tuannya, Prof. Dr. Elisaburo Ueno, guru besar di Universitas Tokyo.
Awalnya, Hachiko, anjing itu diajak mengantar dan menjemput tuannya di sebuah stasiun kereta api. Setiap hari, Hachiko selalu menunggu dengan setia kedatangan profesor.
Suatu saat, tahun 1925, sang profesor tidak muncul di stasiun kereta karena meninggal di tempat mengajar. Namun Hachiko, dengan kesetiaan luar biasa tetap menanti hingga tengah malam. Keesokannya, lusa, dan bahkan dikisahkan seterusnya selama 10 tahun, ia terus menunggu.
Suatu saat, Hachiko tertabrak dan mati seketika. Kisah ini sangat mengharukan masyarakat Jepang sehingga mereka mengabadikannya dengan mendirikan patung anjing.

Kata kunci : kesetiaan

Ulasan singkat : Kualitas pelayanan seorang hamba dapat dinilai dari kesetiaannya. Setia berarti melakukan hal yang sama (pada tuan yang sama) secara terus menerus.
Kita melayani Allah yang tidak bisa mati, Allah yang tidak bisa salah, dan Allah yang memberikan upah kepada hamba-hamba yang memelihara kesetiaan terhadapNya. Seperti janjiNya dalam MAZMUR  145:18 “TUHAN dekat pada setiap orang yang berseru kepada-Nya, pada setiap orang yang berseru kepada-Nya dalam kesetiaan”

Setiap pekerjaan bagi Allah yang kurang dimotivasi oleh kasih bagi Yesus Kristus akan berakhir dengan hati yang hancur atau keputusasaan

Church

Tidak ada komentar:

Posting Komentar